Kami merasa ini adalah perjalanan special, karena begitu banyak hikmah yang dapat kami ambil selama beberapa tahun perjalanan kami ini, semoga bermanfaat untuk semua calon bunda & ayah yang masih berusaha.
Kami menikah bulan Agustus 2014, tiga bulan setelah menikah, kami memutuskan untuk promil (program hamil) dengan maksud ingin cepat memiliki keturunan. Kami memulai program kami di RS Mitra Keluarga Bekasi Barat dengan Dr. Agustinus Gatot Sp.OG singkat cerita setelah berjalan beberapa bulan dan sempat mengkonsumsi beberapa vitamin yang diresepkan dokter, kami memutuskan untuk beberapa bulan vakum promil karena dokter pun menyarankan untuk menikmati saja dahulu perjalanan pernikahan kami ini karena belum genap 1 tahun.
Waktu berlalu begitu cepat, tak terasa usia pernikahan kami menginjak 1 tahun lebih dan kami pun belum dikaruniai keturunan. Akhirnya kami memutuskan untuk pindah dokter specialist yang dekat dengan rumah orang tua saya dengan maksud bisa sekalian berkunjung kalau kami sedang ada jadwal kunjungan ke dokter, akhirnya kami promil dengan Dr. Djoko Pramono Sp.OG di daerah Karawang. Dari sanalah perjuangan kami dimulai.
Dokter menyarankan saya tes Histerosalpingografi (HSG) untuk memeriksa saluran tuba fallopi, sayapun mengatur schedule dengan pihak rumah sakit terkait karena HSG dilakukan pada hari ke-9 setelah haid hari pertama, pengecekan pun saya lakukan dan setelah hasilnya kami terima, Alhamdulillah dua saluran tuba fallopi saya patent alias terbuka (normal). Sakit? Dari beberapa sumber mengatakan kalau sakitnya sama seperti saat haid hari pertama, dokter yang menangani saya saat itu pun mengatakan ada beberapa pasiennya yang tidak kuat menahan sakitnya sampai harus pingsan dan harus diberikan obat bius, tapi menurut saya rasa sakit saya saat haid hari pertama tidak sesakit saat dilakukan HSG ini, but rasa sakitnya masih bisa di tahan kok bunda. Saran saya, tetap rileks saat pengecekan berlangsung dan selalu ikuti instruksi dokter dan perawat yang ada disana.
Setelah beberapa waktu berlalu, saya sering sekali mencari banyak informasi mengenai usaha promil bunda-bunda yang lain dengan maksud menambah inspirasi dan pengetahuan dalam melakukan ikhtiar lain yang mungkin belum kami lakukan dan disisi lain menambah semangat dalam diri saya khususnya, apabila membaca pengalaman bunda yang telah berhasil hamil setelah melakukan promil, biasanya melalui forum ibuhamil.com maupun artikel lainnya, dari sanalah kami berdua mendapat informasi dan testimony dokter specialist infertile di RSCM Kencana.
Infertile? What is that? Yup, untuk sepasang suami istri yang sudah menikah lebih dari 1 tahun dan melakukan hubungan suami istri teratur 2-3 kali seminggu tanpa menggunakan alat kontrasepsi dalam bentuk apapun tetapi belum memperoleh keturunan dapat dikategorikan infertile (kurang subur).
Jangan down dulu bunda, ketidak suburan itu bukan berasal dari bunda atau ayah sendiri-sendiri ya, karena saat kita berkomitmen untuk menikah yup, kita sudah jadi satu kesatuan so hilangkan pikiran saya atau kamu yang tidak subur.
1. 08/08/2016
Dua tahun sudah usia pernikahan kami, kamipun memutuskan untuk mencoba promil di RSCM Kencana. Akhirnya kami membuat appointment untuk tanggal 13/08/2016 dengan dr. R. Muharam Sp.OG. Sedikit informasi, untuk datang ke RSCM Kencana kita harus buat appointment terlebih dahulu beberapa hari sebelum hari kedatangan.
2. 12/08/2016
Satu hari sebelum hari kedatangan kami kesana, pihak RSCM Kencana mengirimkan nomor antrian, dan saat itu kami mendapat nomor 16. Agak “WOW” juga karena kemarin kami buat appointment 5 hari sebelum hari kedatangan tetapi ternyata tidak menjamin dapat nomor antrian awal.
Entah kenapa hal ini justru membuat kami makin semangat, karena sepertinya memang recommended dokter disana.
3. 13/08/2016
Hari kunjungan kami yang pertama akhirnya datang, saat itu dr. R. Muharam Sp.OG melakukan pemeriksaan USG transvaginal.
Kesan kami dari kunjungan kami pertama ini, dokternya sangat ramah, komunikatif, sabar dan pastinya professional. dr. R. Muharam Sp.OG tidak langsung memberikan kami obat ini dan itu. Yup, dokter menyarankan kami untuk melakukan beberapa tes :
- Tes AMH (untuk mengetahui kemungkinan adanya PCOS atau gejala menopause dini)
- Tes VitD25OH (untuk mengetahui kadar vitamin D dalam darah)
- Tes Hormon LH, FSH, Estradiol dan Prolaktin melalui pengambilan darah.
- Histeroskopi (untuk melihat kondisi Rahim dari mulai mulut Rahim melalui kamera yang dimasukkan ke dalam)
- Tes Halo & Analisis Sperma (untuk suami)
Note : Untuk bunda yang mungkin memiliki hewan peliharaan di rumah mungkin akan ada tes tambahan lainnya dari dokter.
Semua tes yang disarankan dokter kami jalankan bersama-sama dengan semangat dan selalu dengan positive thinking.
4. 30/08/2016
Hari ini adalah jadwal tes histeroskopi saya, yup tes ini dilakukan hari ke-9 setelah haid pertama, dag dig dug jantung saya, pikiran saya mulai melambung berpikir yang macam-macam, tapi sesaat setelah tes, Alhamdulillah dokter menyatakan kondisi rahim saya dari mulai mulut rahim bersih dan tidak ada apa-apa yang mengganggu seperti kista, miom ataupun polip.
Hari itu pula, semua hasil tes kami yang lain dibaca dokter dan Alhamdulillah berkah luar biasa dari Allah SWT semua hasil tes kami bagus, hanya ada satu yaitu vitamin D saya dibawah normal dan dokter menyarankan saya untuk banyak melakukan sunbathing dipagi hari sekaligus diresepkan juga vitamin D oleh dokter.
Pikir kami : Allah SWT memang menciptakan seluruh isi yang ada dimuka bumi tidak lain agar dapat kita semua ambil manfaatnya, salah satunya sinar matahari dipagi hari yang sangat bermanfaat untuk kesuburan.
5. 03/09/2016
Waktunya saya cek sel telur di masa subur, dokter segera meminta suster untuk menyuntikkan obat ovedryl yang dapat berfungsi mememecahkan sel telur agar sel telur saya siap dibuahi, setelah itu dokter memberikan kami PR, tau kan bunda hehehe…
6. 12/11/2016
Konsultasi kembali tepat saat haid hari ke 1 s/d 3, yup setelah yang kemarin belum berhasil kami diwajibkan kembali lagi hari ini dan kagetnya dokter mendiagnosis saya PCO Parsial.
Untuk bunda yang belum tahu apa itu PCO, PCO adalah gangguan kematangan sel telur. Biasanya disebabkan karena kurangnya olahraga, atau bisa juga karena kebiasaan gaya hidup yang kurang sehat dan berat badan yang kurang ideal.
Kaget seperti disambar petir saya pada hari itu, banyak informasi yang sudah saya dapatkan mengenai PCO, dan salah satu tandanya dapat dilihat dari siklus haid yang tidak teratur serta melalui hasil tes AMH.
Banyak pertanyaan yang saya ajukan ke dokter saat itu, ko bisa dok? masa dok? siklus haid saya teratur dan maju setiap bulannya, hasil tes AMH saya juga normal, bagaimana bisa saya PCO Parsial dok.
Dokter hanya tersenyum sambil menjawab “PCO yang kamu derita bukan PCO yang parah yang dapat mempengaruhi siklus haid atau hormone AMH tetapi sepertinya kamu kurang olahraga.”
Saya akui bunda, saya adalah orang yang susah sekali untuk olahraga, setiap kali mau olahraga bawaannya kenapa malas ya.
Setelah itu, dokter meminta saya untuk diet karbo dan olahraga teratur satu minggu 3x, satu lagi yang sangat penting yaitu dukungan dari pasangan selama menjalani program hamil, itu menjadi hal penting yang harus selalu ada.
Sebelum keluar dari ruangan, dokter memberikan resep obat femara yang mhmm..memang harga obatnya tidak murah.
Suami saya sangat sangat menguatkan saya saat itu dan kami sepakat untuk mulai rutin melakukan olahraga 3x seminggu. Bagaimana cara mengaturnya?
Kami sepakat membuat jadwal setiap hari Selasa, Kamis, & Sabtu kami harus olahraga pagi.
Sama seperti bunda yang lain, saya harus berangkat bekerja pukul 06:45 AM dan yup setiap hari saya dan suami juga tidak pernah absen untuk membawa bekal makan siang karena suami saya tidak bisa makan makanan selain dari rumah karena dia merasa makanan selain makanan dirumah terlalu banyak vetsin dan saya dirumah memang tidak pernah memasak dengan vetsin, penyedap rasa/Msg, atau bumbu serbaguna/cepat saji lainnya.
Saya mengatur waktu memasak pukul 04:00 AM sampai dengan pukul 05:00 AM saja setelah itu tidak ada alasan belum selesai atau apa dengan disiplin saya dan suami wajib olahraga dan olahraga yang kami pilih adalah lari pagi, tepat di depan rumah kami kebetulan ada jogging track. Yup, ngga harus lama cukup 30 menit saja setelah itu kami bisa mulai sarapan dan siap-siap berangkat bekerja. Sampai di kantor pun saya tidak langsung masuk kantor melainkan duduk dan mencari tempat yang nyaman untuk bisa sebentar saja sunbathing. Tidak lama hanya 15 menit saja setiap harinya.
Oya, bunda sedikit informasi saat kita sudah mulai berencana untuk promil mulailah semuanya dengan gaya hidup sehat, kami melakukannya dari awal mulai pernikahan dengan:
- Tidak mengkonsumsi teh/kopi karena terlalu banyak cafein tidak bagus untuk bunda, minuman yang kami konsumsi pun hanya air mineral saja bahkan selama promil dokter melarang kami mengkonsumsi air kemasan gelas karena dokter mengatakan kualitas kemasan plastiknya tidak bagus. So, cara kami mensiasatinya dengan selalu membawa tumbler/botol minum kemanapun kami pergi.
- Tidak makan makanan berpenyedap rasa/MSg, vetsin, pengawet.
- Rutin minum madu setiap pagi dan malam. Madu adalah minuman atau obat terbaik yang sudah tertulis di Al-Qur’an.
- Makan buah setiap hari. Kami menjadwalkan untuk mengkonsumsi buah-buahan saat sarapan jadi kami mengganti konsumsi nasi di pagi hari dengan buah-buahan. Kenyang? Kenyang ko bunda, setiap pagi saya dan suami hanya mengkonsumsi dua buah apel, satu buah pear ditambah seperempat buah pepaya atau kadang buah pisang. Kalau seandainya perasaan lapar itu masih ada, kami biasa mensiasatinya dengan mengkonsumsi rebusan telur ayam kampung atau roti gandum.
Saat bunda bertanya, “ada tidak orang-orang yang perhatian menanyakan ko belum punya anak sih?” Pasti ada bunda, sampai rasanya hati ingin menangis setiap kali mendengar pertanyaan itu. Hari berlalu, pertanyaan seperti itu makin banyak dan satu hal yang saya tanamkan dalam diri saya adalah “Jadikan semua pertanyaan itu ladang do’a untuk saya dan suami” saya selalu menjawab dengan jawaban “Mohon do’a nya supaya disegerakan.”
Setiap bertemu dengan orang-orang baru pun tidak ada hentinya saya meminta saran usaha apa yang mungkin mereka tahu agar kami dapat mencontohnya sebagai bentuk ikhtiar lain kami agar Allah SWT segera menganugrahkan kami keturunan.
“Loh, ngga malu emangnya curhat sama orang yang baru dikenal?” Saya menanamkan dalam benak saya, tidak ada kata malu untuk menambah ilmu dan pengetahuan saya selama itu membawa dampak positif untuk kami berdua. Sampai saat ini tak terhitung sudah berapa banyak teman baru yang saya kenal selama perjalanan kami ini, hingga suatu waktu kami disarankan untuk meminum air rebusan rumput kebar yang berasal dari Papua. Ini adalah tanaman endemic jadi memang hanya tumbuh disana. Kami membelinya 4 packs dan mengkonsumsinya saat masa subur saya tiba.
Kami pun disarankan untuk minum OSB (Omar Smart Brain). Apa itu OSB? OSB adalah vitamin untuk nutrisi otak tujuannya untuk melancarkan darah yang mengalir menuju otak sehingga rasa stress dapat dihindari. Kami pun memutuskan untuk membeli dan mengkonsumsinya.
Sampai masa puncak kesedihan kami tiba, tidak ada henti-hentinya kami berdo’a, berdzikir, memohon do’a dari orang-orang sekitar, menjalankan sunahNya dan mengamalkan do’a untuk memperoleh keturunan setiap saat dan setiap waktu. Berikut do’a yang kami amalkan:
“Robbi la tadzarni fardan wa anta khoirul waritsin”, (“Ya Robb, janganlah Engkau membiarkan aku hidup seorang diri dan Engkaulah Waris Yang Paling Baik”), (Q.S. Al-Anbiya : 89).
Kami juga beberapa kali melakukan mandi hujan bersama. Apa hubungannya dengan promil? Untuk bunda dan aiyah yang belum mengetahuinya berdasarkan surah dibawah ini :
“Mohonlah ampun kepada Tuhanmu, sesungguhnya Dia adalah Maha Pengampun, niscaya Dia akan mengirimkan hujan kepadamu dengan lebat, dan membanyakkan harta dan anak-anakmu, dan mengadakan untukmu kebun-kebun dan mengadakan (pula di dalamnya) untukmu sungai-sungai. (Q.S. Nuh : 10-12).
Yup, secara logika kami : Allah menciptakan manusia dari tanah dan tanah akan subur saat disiram air hujan. Selama tidak bertentangan dengan agama yang kami yakini, apapun kami lakukan dan usahakan dengan tujuan memperoleh keturunan. Hanya satu tujuan kami yaitu ingin memperoleh keturunan yang sholeh & sholehah agar nanti saat kami sudah kembali kepadaNya, ada anak-anak yang sholeh & sholehah yang dapat mendoakan kami berdua karena salah satu amalan yang tidak akan putus sampai manusia meninggal adalah do’a dari anak yang sholeh & sholehah.
Dari sanalah, kami memutuskan untuk terus berikhtiar meskipun harus sampai melakukan inseminasi atau bahkan bayi tabung.
Kami berencana 2017 mulai intensif melakukan program hamil dengan mengikuti program insemsinasi.
Diakhir tahun 2016 tepatnya tanggal 08/12/2016 hari pertama haid saya dan kami sepakat untuk tidak ke dokter melainkan melakukan ikhtiar yang lain dengan urut dan akupuntur. Urut? Bahaya ngga? Awalnya sayapun berpikir demikian karena sejujurnya kami sudah melakukan ikhtiar seperti ini sebelumnya bahkan sudah lebih dari 10 kali dengan 6 tempat dan terapis berbeda, tetapi kali ini suami saya meyakinkan saya untuk urut dengan terapis tersebut. Yup, orang yang memang benar mengerti soal medis ya bunda karena akan membahayakan bunda juga kalau terapisnya “asal-asalan”.
Tepat ditahun baru 2017, kami pasrah apabila tahun ini memang harus melakukan inseminasi. Saat itu, kami menggantungkan hati kami hanya kepada Allah SWT karena apapun keputusan Allah SWT kami percaya itu yang terbaik untuk kami berdua. But, awal tahun ini haid saya ngga muncul bunda. Yang saya pikirkan pertama bukan karena hamil tapi “apa ada yang salah ya dari urut kemarin” perasaan cemas itu datang setiap harinya.
7. 23/01/2017
Tepat di hari ulang tahun suami saya, jam 02:00 AM saya sengaja bangun untuk melakukan testpack karena sampai hari ini belum juga tiba haidnya dan Alhamdulillah wa Syukurillah berkah luar biasa ini Allah berikan tepat dihari kelahiran suami saya, saya melihat 2 garis jelas yang menandakan saya hamil. Saat masuk kamar, suami saya terbangun. Yup kado terindah yang Allah berikan kepada suami saya tepat di hari kelahirannya adalah testpack 2 garis. Dan hal pertama yang suami saya lakukan adalah mengambil air wudhu untuk menunaikan shalat tahajud sebagai ungkapan syukurnya kepada Allah. Malam harinya kami pergi ke rumah sakit RSIA Amanda dengan Dr hartoyo Sp.OG dan dokter menyatakan kehamilan saya sudah 4 weeks.
Hikmah utama yang kami ambil melalui ujian ini yaitu Allah SWT menguatkan rasa cinta kami berdua, Allah SWT juga memberikan waktu untuk kami berdua saling mengenal satu sama lain karena sebelum menikah kami baru saling bertemu dan baru saling mengenal.
Hikmah lain yang saya dapat adalah Allah SWT mengaruniakan kepada saya suami sholeh yang selalu mengajarkan saya untuk tidak pernah putus bersyukur kepadaNya dalam kondisi apapun, suami yang memiliki kesabaran tidak berbatas. Jika ada kata lain selain cinta yang bisa mengungkapkan besarnya rasa cinta saya kepada suami saya akan saya katakan kepadanya saat ini juga.
Terima kasih untuk semua keluarga, sahabat, teman, kerabat yang sudah mendo’akan kami berdua. Kamipun tak ada hentinya untuk tetap meminta do’a kesehatan dan keselamatan untuk calon baby yang sedang saya kandung sampai nanti dilahirkan.
Untuk semua calon bunda dan ayah yang sampai sekarang masih berjuang, jangan pernah berburuk sangka dengan Allah SWT karena Allah SWT tidak pernah tidur, Beliau melihat dan menilai semua usaha yang kita lakukan. So, keep ikhtiar & tawakal.